fbpx
Home Tarjih & Tajdid Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jamaah untuk Wanita

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jamaah untuk Wanita

14
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jamaah untuk Wanita

Bagaimana pelaksanaannya, dan dimana letak imamnya, mari kita perhatikan peninggalan Rasulullah saw, yaitu merupakan Sunnah (hadits yang shahih) dibawah ini.

 

1-  عَنْ  تَمِيمَة بِنْتِ سَلَمَة قَالَتْ : إِنَّ عَائِشةَ أُمُّ المُؤْمِنِينَ ر ض أَمَّتِ النِّسَاءَ فِي صَلاَةِ المَغْرِبِ فَقَامَتْ وَسَطَهُنَّ وَجَهَرَتْ بِالقِرَاءَةِ – رواه ابنُ حَزْمٍ –

 

Tamimah bin Salamah menerangkan :  Bahwasanya Aisyah mengimami para wanita dalam shalat maghrib, maka beliau berdiri ditengah-tengah jamaah dan menjaharkan qiraah. HR Ibnu Hazmin, shahih

 

2- عَنْ أُمِّ الحَسَنِ بْنِ أَبِي الحَسَنِ قَالَتْ : إِنَّ أُمَّ  سَلَمَة أَمَّتِ النِّسَاءَ فِي صَلاَةِ المَغْرِبِ فَقَامَتْ وَسَطَهُنَّ وَجَهَرَتْ بِالقِرَاءَةِ – رواه ابنُ حَزْمٍ –

 

Dari Ummul Hasan bin Abil Hasan  menerangkan :  Bahwasanya Ummu Salamah mengimami para wanita dalam shalat maghrib, maka beliau berdiri ditengah-tengah jamaah  dan menjaharkan qiraah. HR Ibnu Hazmin, sanadnya shahih.

 

3- عن ابنِ عبَّاسٍ قَالَ : تَؤُمُّ المَرْأَةُ النِّسَاءَ وَتَقُومُ وَسَطَهُنَّ – رو اه ابنُ حَزْمٍ –

 

Dari Ibnu Abbas ra beliau berkata : Orang perempuan mengimami jamaah perempuan, imamnya berdiri ditengah-tengah mereka. HR Ibnu Hazmin, sanadnya shahih.

 

Sesudah kita memperhatikan isi 3 (tiga) hadits diatas, maka Ibrahim an Nakha’i, Al Hasan Bashry, As Sya’by mengatakan bahwa imam perempuan mengimami jamaah perempuan, imamnya berdiri ditengah-tengah shaf pertama.

 

Ibnu Hazam berkata : Inilah pendapat Qatadah, Al Auza’I, Sufyan, Ishak, Abu Tsaur dan Jumhur ahli hadits. Penetapan yang tersebut ini dipegang oleh As Syafi’i.

Kemudian pelaksanaan shalatnya, apabila shalat jahar seperti maghrib dan Isya, maka dijaharkan seperti tersebut dalam hadits diatas وَجَهَرَتْ بِالقِرَاءَةِ (menjaharkan qiraah)

Dan kalau shalat sir seperti shalat zhuhur dan ashar, maka juga di sirkan. Contoh Ummu Salamah meng imami shalat Ashar, dimana letak imam tetap ditengah, tapi tidak ada kata jahar, dan berarti sir.


Demikian tata cara pelaksanaan shalat jamaah untuk wanita yang diperoleh penulis keterangan yang menyangkut judul diatas. Silakan dikoreksi. Kalau benar jadikan pedoman, dan kalau salah jangan diambil. Karena ilmu penulis cuma sedikit.