oleh

Tahukah Anda? Ternyata Kota Timbuktu Itu Benar-Benar Ada!

Bagi penggemar komik Donal Bebek, pasti tahu benar dengan kota Timbuktu. Ya, Donal dan teman-temannya sering berseloroh ingin pergi ke Timbuktu yang digambarkan sebagai sebuah daerah antah berantah dan sangat jauh sekali. Dan kalau kamu yang termasuk berpikir Timbuktu itu cuma sebuah kota fiktif maka salah besar. Karena Timbuktu benar-benar ada di dunia lho!

Lantas di manakah letak Timbuktu sehingga Donal Bebek selalu mengandaikan kota itu sangatlah jauh tak terjamah? Rupanya Timbuktu adalah sebuah kota yang terletak di negara Mali, Afrika Barat sana.

Timbuktu dikenal sebagai kota dengan sejarah Islam yang sangat indah pada masa jayanya dan pernah jadi pusat penyebaran Islam di Afrika pada abad ke-15 dan ke-16.

Kota yang kini peradabannya terancam itu didirikan oleh suku Tuareg di awal abad ke-10. Namanya yang unik berasal dari kata tin (tempat) dan buktu (nama wanita tua Mali yang tulus hatinya). Ketika Timbuktu mencapai masa jaya, kota ini menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban Islam termasuk pusat perdagangan. Bahkan di abad ke-12, Timbuktu memiliki tiga universitas Islam yakni Universitas Sankore, Jingaray Ber dan Yahya.

timbuktu mali
timbuktu mali

Timbuktu adalah kota yang sangat dibanggakan oleh Mansa Musa. Apakah sobat pembaca pernah mendengar tentang Kaisar Mali bernama Mansa Musa yang dinobatkan sebagai orang terkaya sepanjang masa?

Dulu Timbuktu memiliki universitas dan merupakan salah satu tempat terbaik untuk menuntut ilmu di dunia.

Namun kota yang indah ini mendadak berubah kala Kekaisaran Islam Mali jatuh di bawah kontrol Berber yang nomaden. Kehancuran itu pun sangat miris sampai para penduduk meninggalkan Timbuktu dengan membawa emas hanya untuk ditukar dengan bahan makanan. Kini perlahan kota yang terletak di sebelah selatan gurun Sahara itu seolah terlupakan dan hanya menunggu waktu pasir Sahara menyelimuti Timbuktu.

Kini jika kamu berjalan-jalan ke Timbuktu, kamu akan melihat sebuah kota dengan rumah-rumah yang terbuat dari lumpur. Untuk menuju kota yang berdekatan dengan sungai Niger itu, kamu hanya bisa ke sana dengan perahu dan unta. Sampai sekarang sudah lebih dari tiga ribu karavan onta meninggalkan Timbuktu dua kali dalam setahun untuk membawa garam dari tambang mereka di Taoudenni, 600 km sebelah utara Afrika, seperti dilansir Atlanta Blackstar.

Dengan kondisinya kini yang semakin sepi dan terisolasi pasir serta matahari, peradaban Timbuktu seolah hampir punah. Padahal di sana masih banyak Universitas dan masjid-masjid kejayaan Islam yang berdiri kokoh tanpa dihuni. Sungguh sayang kan? Timbuktu yang dulu berjaya, kini cuma menjadi kota antah berantah yang nun jauh di sana.

Baca Juga: Benarkah Mansa Musa Adalah Orang Terkaya Sepanjang Masa?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi