oleh

Muhammadiyah Berdiri di Kauman Yogyakarta, Berkembang Sampai Penjuru Dunia

Seratus tujuh tahun lalu, tepat hari ini organisasi keagamaan Muhammadiyah berdiri. Muhammadiyah berdiri pada 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 hijriyah di kampung Kauman Yogyakarta. Tokoh-tokoh pendirinya di antaranya yakni H Muhammad Sudjak, KH Fakhruddin, Ki Bagus Hadikusuma, KH Zaini yang dibimbing KH Ahmad Dahlan.

Perjuangan Muhammadiyah mensyiarkan dakwah Islam bukan tanpa hambatan. Upaya Muhammadiyah terutama untuk meluruskan pemahaman -kebanyakan masyarakat pada waktu itu mempercayai hal-hal mistik dan syirik- mendapat penolakan. Namun, perjuangan KH Ahmad Dahlan yang juga sebagai khatib kesultanan Kraton Yogyakarta beserta murid-muridnya perlahan-lahan membuahkan hasil.

Dakwah Muhammadiyah diterima masyarakat Kauman dan kemudian meluas ke berbagai daerah di pulau Jawa. Muhammadiyah pun semakin lama semakin berkembang di Indonesia.

Pada 7 Mei 1921, Kiai Ahmad Dahlam mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan itu pun dikabulkan Pemerintah Hindia Belanda pada 2 September 1921.

Dengan diterimanya permohonan tersebut, ruang gerak Muhammadiyah makin luas. Dakwah Muhammadiyah pun semakin mantap terutama di bidang pendidikan dengan membentuk badan khusus, guna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Badan tersebut bernama Majelis Pimpinan Pengajaran Muhammadiyah yang berdiri pada 14 Juli 1923 yang diketuai Mas Ngabehi Joyosugito.

“Usaha yang mula-mula, di samping dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah Muhammadiyah, lebih banyak ditekankan pada pemurnian tauhid dan ibadah dalam Islam,” tulis Nasruddin Anshory ch dalam Matahari Pembaruan.

Sebagai salah satu gerakan tertua di tanah air, Muhammadiyah telah memberi kontribusi besar bagi perjalananan bangsa Indonesia. Sejarah pun mencatat gerakan Muhammadiyah telah membantu Republika Indonesia meraih kemerdekaan, mempersiapkan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dan hingga saat ini menjaga dan merawat bangsa agar tetap besatu dan berdaulat.

KH Ahmad Dahlan sendiri memimpin Muhammadiyah sejak organisasi itu berdiri hingga tahun 1922. Pada rapat tahun ke-11, Pimpinan Muhammadiyah dipegang KH Ibrahim hingga 1934.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi