oleh

Mengapa Makan Harus Tangan Kanan?

Mengapa Makan Harus Tangan Kanan, Bukan Tangan Kiri? Islam bukan hanya agama yang mengajarkan tentang percaya kepada Tuhan, cara beribadah atau cara bersyukur, tapi juga mengajarkan banyak hal termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi dengan orang lain, cara bersikap hingga urusan sehari-hari seperti makan juga diatur dengan jelas.

Demikian juga untuk urusan makanan, minuman serta cara dan adab menyantapnya. Seluruh Muslim dianjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan karena tangan ini dianggap lebih baik dan lebih mulia dibandingkan tangan kiri.

Nabi Muhammad SAW berkata “Hai anak muda, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kanan serta ambillah makanan yang ada didekatmu” HR Al-Bukhari dan Muslim.

Tidak hanya untuk makan, Rasulullah juga menganjurkan untuk menggunakan tangan kanan ketika hendak melakukan pekerjaan yang bersih. Sementara tangan kiri hanya digunakan untuk melakukan pekerjaan kotor, misalnya membersihkan anggota tubuh usai ke toilet.

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa utusan Allah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Bila kamu ingin makan, harus kamu makan dengan tangan kanan, dan apabila hendak minum, minumlah dengan tangan kanan, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

Apa hikmah dibalik pesan Rasululah saw kepada umatnya tersebut?

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfer kiri dan kanan, bagian kiri tubuh dikontrol oleh bagian kanan otak dan sebaliknya.

Kajian ilmiah mengenai aktivitas otak menunjukkan, secara umum lebih banyak aktivitas di bagian kiri otak ketika seseorang sedang berada dalam kondisi yang positif misalnya ramah, riang gembira dan sebagainya. Sifat-sifat negatif seperti menyendiri lebih aktif diotak sebelah kanan.

Mengapa saat kita dilanda masalah, meluahkan perasaan atau berbicara baik kepada diri sendiri atau kepada manusia lain sedikit dapat mengurangi tekanan di dalam diri kita?

Baca Juga:
Sabda Rasulullah ﷺ tentang Dubai Terbukti, Tanda Kiamat Makin Dekat?
Mukjizat Nabi Muhammad SAW: Mengeluarkan Air dari Jarinya
Hukum Bayi Tabung dan Kloning Menurut Fatwa Tarjih Muhammadiyah

Ini mungkin disebabkan otak kiri terlibat lebih aktif dalam bahasa pertuturan, aktivitas berkomunikasi dengan tidak secara langsung membuat bagian kiri otak aktif lantas menimbulkan perasaan positif dan mengurangi tekanan perasaan.

Jadi jika kita hubungkan dengan aktivitas makan menggunakan tangan kanan yang mana akan mengaktifkan bagian kiri otak, bukankah ia akan menimbulkan perasaan positif?

Lebih positif saat kita makan, lebih mudah makanan dicerna dan makin enak badanlah tubuh.

Makan dengan tangan kiri mengaktifkan otak kanan yg dikaitkan dengan sifat-sifat negatif, sebab itulah makan dengan tangan kiri meniru setan karena sifat setan itu sendiri yang penuh dengan dengki dan sombong.

Lebih bahaya lagi apabila perbuatan makan dengan tangan kiri itu juga akan membuat manusia lebih mementingkan diri sendiri dan tidak peduli lagi pada orang lain terutama dalam hal makan tersebut.

Masya Allah, selalu tersimpan hikmah dibalik anjuran dan larangan Rasulullah saw kepada umatnya.

Baca Juga: 
Benarkah Kucing Lahir dari Bersin Singa?
15 Keutamaan Anak Perempuan dalam Islam
Apa itu Wahabi? Siapa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Wahabi?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi