oleh

Makna Indah Dibalik Surat Maryam, Berikut 5 Pelajaran yang Bisa Dipetik Umat Islam

Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Alquran. Surat ini dinamai Maryam karena mengandung kisah ibu Nabi Isa alaihis salam, yaitu Maryam. Kandungan surat Maryam menunjukkan tentang kekuatan dan harapan yang sangat besar bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, cobaan iman atau kekecewaan.

Surat Maryam dipenuhi dengan hikmah bagi umat islam yang ingin memperkuat hubungan mereka dengan Allah. Dilansir dari laman Muslim Girl, Kamis (4/12/2019), berikut lima pelajaran yang bisa diambil dari Surat Maryam.

1. Allah tidak akan meninggalkan hambanya

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (19:23-25).

Maryam, meninggalkan keluarganya untuk tinggal sendirian. Dia memilih kehidupan untuk berdoa, refleksi dan pengabdian penuh kepada Allah. Lalu malaikat Jibril datang kepadanya dan membawa berita tentang kehamilannya, Maryam takut dengan apa yang akan dipikirkan oleh masyarakat dan bagaimana dia bisa melakukan ini sendirian.

Dia melahirkan tanpa bantuan teman ataupun saudara. Saat ia merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan, dia merindukan kematian dan belas kasihan Allah yang tak terbatas. Maryam merasa ini seperti kekalahan, maka Allah menuntunnya ke sungai dan pohon kurma untuk memuaskan dahaga dan menyehatkan tubuhnya. Maryam tidak sendirian dan dihargai karena kekuatan, keberanian dan ketergantungannya kepada Allah.

2. Allah mengirimkan tanda kepada kita

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (19:21)

Ketika Maryam mempertanyakan bagaimana dia bisa bersama anaknya padahal dia belum pernah disentuh oleh laki-laki manapun, dia takut bagaimana masyarakat akan memperlakukannya.

Dia taat dan taat seumur hidupnya, tapi sekarang dia takut akan reputasi yang kotor dan perlakuan kasar dari orang lain. Allah berjanji kepadanya sebuah tanda yang akan membelanya dari kekerasan masyarakat sementara juga menunjukkan cinta Allah pada pengabdian dan taqwa Maryam, atau kesadaran Tuhan.

Tidak masalah cobaan yang kita hadapi dalam hidup ini, Allah akan selalu menunjukkan cinta dan belas kasih yang terwujud dalam cara yang tak terduga.

3. Allah akan mengangkat kamu dari kesulitan

Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” (19:9)

Di usia tua, Nabi Zakaria merenungkan warisannya dan merindukan dia dan istrinya untuk tetap mengalami berkat-berkat sebagai orangtua. Dia memohon kepada Allah untuk pewaris dan menerima tanggapan ini. Iman kuat Zakaria dihargai dengan diangkat dari kesulitan ini.

Meskipun, apa yang kita rindukan mungkin datang atau tidak dan rencana kita mungkin tertunda, Allah adalah yang terbaik dan memberikan apa yang kita butuhkan. Jika kita berpegang teguh pada doa dan iman, kesulitan kita hadapi akan berkurang, kadang-kadang, dengan cara yang sangat tidak terduga.

4. Allah maha penyayang

“Yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.” (19:61-62).

Surah Maryam mencerminkan keindahan yang menanti orang-orang yang percaya di Jannah. Dalam sebuah surat yang dibuat dalam cobaan dan kesengsaraan orang beriman, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengingatkan kita tentang tujuan akhir kita.

Tekadang dunia ini penuh dengan cobaan dan kesulitan yang tidak bisa kita pahami. Namun, rahmat Allah adalah kekal bagi mereka yang memegang teguh iman mereka.

5. Allah Mengakui Perempuan sebagai Makhluk Spiritual

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (19:58)

Dari semua nabi besar dan keturunan Adam yang dirujuk dalam surat ini, Maryam dipilih untuk gelar tersebut. Di sini, Allah mengirimi kita pengingat yang jelas: wanita juga makhluk spiritual.

Wanita diadili tidak semata-mata pada penampilan, tetapi pada kesalehan, kesadaran Tuhan dan mengandalkan Allah. Ketika Malaikat Jibril menampakkan diri kepadanya dengan berita tentang seorang putra, dia mencari perlindungan kepada Allah.

Dia memproses pesan itu dan menerima keputusan Tuhannya. Kemudian, dia hanya menyerahkan kehendak Allah, percaya bahwa keyakinannya akan dihargai dan bahwa dia tidak akan ditinggalkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi