fbpx
Home Kewirausahaan Konsep Rejeki ala Cak Nun, Sederhana Tapi Mengena

Konsep Rejeki ala Cak Nun, Sederhana Tapi Mengena

20
cak nun,siapa itu cak nun, siapa cak nun, cak nun adalah, emha ainun najib, cak nun quotes

Konsep Rejeki ala Cak Nun — Bicara soal rejeki memang tidak ada habisnya. Sebab semua orang tentu menginginkan rejeki yang melimpah dalam hidupnya.

Namun rezeki memang unik.

Seringkali ada yang mencarinya setengah mati, namun ia hanya mendapatkan hasil yang sedikit. Ada pula yang mencarinya dengan kalem, namun malah seringkali mendapatkan rejeki ‘nomplok’ dalam hidupnya.

Itulah rejeki, datangnya tidak disangka-sangka, pergi pun tak dapat diduga.

Salah seorang budayawan yang membuat konsep rejeki adalah Cak Nun. Sebagai penulis dan budayawan, Cak Nun memang jarang tampil di TV nasional.

Cak Nun dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa dirinya tak pernah melakukan transaksi dengan TV mana pun. Jadi, acara-acara yang ada di TV tersebut tidak lain hanyalah sodaqoh.

Ia juga mengungkapkan selama ini tidak pernah woro-woro. Baginya, mau yang datang 40 ribu orang atau hanya 3 orang tidak akan membuat dirinya galau.

Baginya, apa yang ada ya dilakoni, tetap begitu meskipun keadaannya seringkali tak menentu.

Penulis sekaligus budayawan yang tinggal di Yoygakarta tersebut menegaskan bahwa rejeki bukan hanya berarti hari ini kita mendapatkan berapa, melainkan seberapa tambah syukur kita kepada Allah. Banyak disyukuri, sedikit disyukuri.

Maka dari itu, dalam berdagang hendaknya mengutamakan kenyamanan pembeli. Bila pembeli menginginkan harga tertentu, diiyakan saja. Laba sedikit tidak apa-apa yang penting tambah saudara.

Bisa jadi bila kita berdagang tanpa memprioritaskan transaksi, pembeli akan lebih merasa puas dan menjadi pelanggan Anda.

Lingkaran Rejeki

Konsep rejeki ala Cak Nun menggambarkan bahwa rejeki manusia bisa dianalogikan seperti lingkaran.

Bila pendapatan Anda tak seberapa (yang tak memprioritaskan transaksi), Anda bisa mendapat rejeki yang datang tiba-tiba baik dari mulut ke mulut bahwa cara berdagang Anda menarik, bijak dan lain sebagainya.

Ketika Anda memberikan harga yang sesuai dengan pembeli, posisi Anda sebenarnya akan semakin dipercaya. Bahkan, bila pembeli itu datang lagi ke Anda, secara naluri Ia akan memberikan lebih dari harga yang Anda tawarkan sebelumnya.

Lebih dari itu, rejeki yang sebenarnya bukan hanya soal uang, persaudaraan, kesehatan sampai tentramnya hati sebenarnya merupakan rejeki yang sangat mahal.

Berapa banyak orang yang mempunyai banyak rejeki namun hatinya masih tersangkut masalah-masalah di sana-sini.

Maka dari itu, di dalam mencari dan memandang rejeki hendaknya jangan hanya memandang fisiknya saja, perhatikan juga sisi-sisi yang tak terlihat oleh manusia.

Konsep Rejeki ala Cak Nun memberikan pesan kepada kita agar jangan susah-susah mencari rejeki (sampai lupa mencari Allah). Justru rejekilah yang seharusnya mencari kita.