fbpx
Home Kisah Muslim Kisah Nabi Nuh dan Kapal Raksasa yang Hingga Kini Jadi Misteri

Kisah Nabi Nuh dan Kapal Raksasa yang Hingga Kini Jadi Misteri

Kisah Nabi Nuh dan Kapal Raksasa
Kisah Nabi Nuh dan Kapal Raksasa

KabarMuhammadiyah.com – Kisah Nabi Nuh dan kapalnya yang tenggelam ribuan tahun lalu masih terus menarik minat para arkeolog. Terakhir sejumlah oseanografer menemukan ‘kuburan’ kapal di dasar Laut Hitam di lepas laut Nassebar, Bulgaria.

Sejumlah pihak mengkaitkan penemuan ‘kuburan’ kapal itu dengan banjir besar di masa Nabi Nuh. Ketika itu Nuh dan umatnya selamat dari banjir karena naik sebuah kapal. Seperti apa sejarah kapal Nabi Nuh?

Kisah Nabi Nuh diperkirakan hidup pada tahun 3650 SM di sebuah wilayah yang dilalui dua sungai, yakni: Eufrat dan Tigris. Masyarakat di daerah tersebut awalnya hidup dalam kesederhanaan dan taat beribadah. Namun kemudian lupa beribadah kepada Allah SWT.

Mereka justru menyembah berhala-berhala yang dibuat sendiri dan diletakkan di tepi Sungai Eufrat. Berhala-berhala itu dinamakan Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr.

Kisah Nabi Nuh mengingatkan dan menyeru kepada kaumnya agar kembali menyembah Allah SWT dan meninggalkan berhala. Sayang seruan itu ditentang dan bahkan ada yang menyebut Nuh sedang gila.

Saat kaum Nabi Nuh tak mau menaati seruan agar kembali menyembah kepada Allah SWT datanglah musibah ke negeri tersebut. Allah Azab kaum Nabi Nuh dengan bencana kekeringan dan mandulnya perempuan selama lebih dari 40 tahun. Tak hanya itu, ternak dan tanaman pun banyak yang mati.

Di saat itulah orang-orang mulai mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan. Nabi Nuh pun menyerukan kepada kaumnya untuk beristighfar, bertaubat meminta ampun kepada Allah SWT. Kisah Nabi Nuh dikisahkan Allah SWT dalam FirmanNYA di surat Nuh ayat 10 sampai 12, bahwa:

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Sayang, kaum Nabi Nuh tak mau menuruti ajakan untuk kembali beriman kepada Allah SWT. Cacian, makian, dan serangan justru kian datang bertubi-tubi ke Nabi Nuh. Hingga akhirnya Nabi Nuh pun berdoa:

“Tuhanku, jangan Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat, lagi sangat kufur.” (Al Quran Surat Nuh, ayat 26-27).

Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Nuh agar membuat sebuah kapal besar. Dengan kecakapannya, Nabi Nuh mampu membuat kapal yang memiliki 3 lantai, panjang 200 meter, lebar 70 meter, dan tinggi 25 meter.

Hingga suatu hari, datanglah hujan deras dan banjir besar menimpa daerah tempat kaum Nabi Nuh berada. Nabi Nuh dan pengikutnya serta hewan ternak naik ke kapal yang sudah dibuat. Namun orang-orang kafir tetap tak mau naik ke kapal Nabi Nuh. Mereka masih percaya akan selamat jika naik ke atas gunung. Namun, gunung-gunung itu pun tenggelam oleh banjir.

Sementara kapal Nabi Nuh dan pengikut terus bergerak ke arah utara. Selama perjalanan Nabi Nuh dan pengikutnya terus berdoa kepada Allah agar diberikan keselamatan. Allah mengabulkan doa tersebut.

Nabi Nuh dan pengikutnya menemukan daratan dan selamat. Setelah menemukan daratan, kapal ditinggalan dan mereka membangun peradaban baru. Kisah Nabi Nuh dan kapalnya hingga kini terus menarik sejumlah ilmuwan untuk menelitinya.