fbpx
Home Tarjih & Tajdid Hukum Memanjangkan Sujud Terakhir dalam Shalat

Hukum Memanjangkan Sujud Terakhir dalam Shalat

Hukum Memanjangkan Sujud Terakhir

Hukum Memanjangkan Sujud Terakhir – Kita ketahui bersama bahwa do’a ketika sujud adalah waktu terbaik untuk berdo’a.

Seperti disebutkan dalam hadits,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)

Namun seringkali kita lihat di lapangan, sebagian orang malah seringnya memperlama sujud terakhir ketika shalat, tujuannya adalah agar memperbanyak do’a ketika itu. Apakah benar bahwa saat sujud terakhir mesti demikian? Semoga sajian singkat ini bermanfaat.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah ditanya,

“Apakah diperkenankan memperpanjang sujud terakhir dari rukun shalat lainnya, di dalamnya seseorang memperbanyak do’a dan istighfar? Apakah shalat menjadi cacat jika seseorang memperlama sujud terakhir?”

Beliau rahimahullah menjawab,

“Memperpanjang sujud terakhir ketika shalat bukanlah termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena yang disunnahkan  adalah seseorang melakukan shalat antara ruku’, bangkit dari ruku’ (i’tidal), sujud dan duduk antara dua sujud itu hampir sama lamanya.

Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits Baro’ bin ‘Azib, ia berkata, “Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendapati bahwa berdiri, ruku’, sujud, duduk beliau sebelum salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya). ”

Inilah yang afdhol. Akan tetapi ada tempat do’a selain sujud yaitu setelah tasyahud (sebelum salam). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan ‘Abdullah bin Mas’ud tasyahud, beliau bersabda, “Kemudian setelah tasyahud, terserah padamu berdo’a dengan doa apa saja”. Maka berdo’alah ketika itu sedikit atau pun lama setelah tasyahud akhir sebelum salam. (Fatawa Nur ‘ala Ad Darb, kaset no. 376, side B)

Lalu bagaimana Muhammadiyah memandang persoalan ini?

Berikut ulasan yang Kabar Muhammadiyah ambil di Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah terkait persoalan hukum memanjangkan sujud terakhir dalam sholat.

A. SUJUD ADALAH BAGIAN IBADAH SHALAT YANG PALING PENTING.

     Sujud adalah bagian dari ibadah shalat ang sangat penting. Karena itu Allah berfirman dalam al Qur an :

يَا أيُّهَا الَّذِيْن آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وافْعَلُوا الخَيْرَ لَعَّكُمْ تُفْلِحُونَ –  الحجّ   77  –

Artinya :  Hai orang-orang beriman ruku’ dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah yang baik, mudah-mudahan kamu akan beruntung.

B. NABI MENYURUH MEMPERBANYAK DO’A DALAM SUJUD

Dalam beberapa hadits nabi dijelaskan agar kita memperbanyak doa, diantaranya :

حَدّثنا هارون بن معروف وعمرو بن سوّاد قالا حَدّثنا عبد الله بن وهب عن عمرو بن الحارث عن عمارة بن غزيّة عن سُميّ مولى أبي بكر أنّه سمع أبا صالح ذكوان يحدّث  عَن أبِي هُرَيرة ر ض  أنّ رسول الله

ص م  قال :   أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العبْدُ مِنْ رَبِّه وهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya : Berbicara kepada kami Harun bin Ma’ruf dan Amru bin Sawwad, Berbicara kepada kami Abdullah bin Wahab dari Amru bin Harits, dari Umarah bin Ghaziyyah dari Sumay maula Abu Bakar, sesungguhnya dia mendengar Abu Shalih bin Zakwan menceritakan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda : “Seorang hamba itu paling dekat kepada Tuhannya pada waktu sujud, maka perbanyaklah do’a.”

Hadits ini diriwayatkan oleh :

Muslim juz 3 halaman 21                                Abi Iwanah juz 4 halaman 47

Abu Daud juz 3 halaman 41                           Abi Ya’la juz 13 halaman 43

Nasa i juz 4 halaman 336                                Ibnu Hibban juz 8 halaman 845

Ahmad juz 19 halaman 126

Baihaqi juz 2 halaman 110

C. APAKAH ADA DALIL BAHWA SUJUD TERAKHIR DIPANJANGKAN ?

Setelah diteliti apakah ada hadits yang menyuruh memanjangkan sujud terakhir, maka sampai saat ini belum dijumpai dalil yang menjelaskan hal itu.  Orang-orang yang berpendapat “memanjangkan sujud terakhir” mereka berdalil dengan hadits Abi Hurairah diatas.  Padahal hadits tersebut menjelaskan agar memperbanyak doa dalam semua sujudbukan hanya sujud terakhir.

Penulis sudah berusaha mencari dalam koleksi hadits seperti “Al Maktabah Syamilah”, tapi tidak menjumpai dalil ttg memanjangkan sujud terakhir.

Oleh sebab itu penulis berpendapat bahwa tidaklah disunnahkan memanjangkan sujud terakhir dalam shalat, bahkan penulis lebih cenderung hukumnya adalah bid’ah.