fbpx
Home Tarjih & Tajdid Hukum Homoseks dan Lesbian dalam Islam Menurut Tarjih Muhammadiyah

Hukum Homoseks dan Lesbian dalam Islam Menurut Tarjih Muhammadiyah

hukum homoseks dan lesbian
hukum homoseks dan lesbian

Kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) kini semakin banyak jumlahnya. Padahal homoseks dan lesbian adalah perbuatan yang sangat menjijikkan dalam pandangan manusia. Lalu bagaimana hukum pecinta sesama jenis dalam Islam?

Gay adalah istilah untuk aktifitas seksual yang dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki.

Salah satu aktifitas utama kaum gay dalam menyalurkan hasrat seksual mereka adalah sodomi (liwath) yang secara istilah Syar’i definisinya adalah memasukkan kepala dzakar /penis kedalam dubur pria lainnya. Nah, perbuatan kaum gay jenis inilah yang menjadi pembahasan utama artikel kali ini.

Perbuatan sodomi (liwath) tersebut adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Al-Ijma’.

Allah Ta’ala telah mengharamkan perbuatan sodomi ini di dalam Al Qur’an dan As-Sunnah, oleh karena itulah, para ulama bersepakat (Al-Ijma’) atas keharaman sodomi ini, sebagaimana hal ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah :

أجمع أهل العلم على تحريم اللواط ، وقد ذمه الله تعالى في كتابه ، وعاب من فعله ، وذمه رسول الله صلى الله عليه وسلم

Ulama bersepakat atas keharaman sodomi (liwath). Allah Ta’ala telah mencelanya dalam Kitab-Nya dan mencela pelakunya, demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencelanya”.

Mengenai homoseks, hukumnya haram. Demikian pula lesbian. Homo dalam al-Qur’an disebut liwaath, sedang lesbi dalam kitab fiqih disebut sihaaq. Zina dilarang a.l. tsb pada ayat 32 surat al-Isra. Dalam ayat itu zina dinyatakan perbuatan keji (fakhsyaa).

Demikian pula perbuatan liwaath (homoseksual) yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth juga dikategorikan perbuatan yang keji (faakhisyah), seperti tsb pada ayat 80 dan 81 Surat al-A’raaf:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ. الاعرف: ۸۰-۸۱

Dan (Kani telah mengutus) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan faakhisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelumnya. Sesungguhnya engkau mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Sungguh kamu ini kaum yang melampaui batas.”

Ayat senada disebutkan pula dalam Surat an-Naml ayat 54 dan 55 yang ayat selanjutnya menerangkan bahwa Allah menyiksa kaum Luth atas perbuatan mereka itu.

Mengenai Lesbian, selai dikiaskan ayat di atas, juga di dasarkan Hadits riwayat Abu Ya’la yang dinyatakan perawi-perawinya kuat berbunyi:

سِحَاقٌ النَّسَا بَيْنَهُنَّ زِنَا. (رواه ابو يعلى)

            Melakukan sihaaq bagi wanita di antara mereka termasuk perbuatan zina.

Riwayat at-Thabaraniy dengan lafadh yang sedikit berbeda:

اَلسِّحَاقُ بَيْنَ النِّسَاءِ زِنَا بَيْنَهُنَّ. (رواه الطبرانى)

            perbuatan sihaaq (lesbi) antara wanita (hukumnya) zina di antara mereka.”(tersebut pada Majma ‘uzzawaid 6/256 dan pada al-Fiqhul Islamiy 6/24)

            Ada juga riwayat lain seperti dari Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Maajah, dan perawi lain, tetapi termasuk Hadits dha’if.

*fatwa ini dimuat di dalam Majalah Suara Muhammadiyah No. 19 tahun ke 79/1994