fbpx
Home Pendidikan Ada yang Istimewa dari Hubungan Sorong, Muhammadiyah dan Papua

Ada yang Istimewa dari Hubungan Sorong, Muhammadiyah dan Papua

universitas muhammadiyah sorong
universitas muhammadiyah sorong

Sejak Rabu s.d Sabtu siang 24-27 Juli 2019
di Sorong,
aku menangkap sesuatu yg berbeda, yg istimewa

Sejak awal dihubungi awal 2019 lalu,
aku berfikir yang mengundangku adlh Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS)
hingga dua hari jelang berangkat aku search dan download gambarr UMS untuk keperluan PPT bahkan ketika telah tiba di Sorong, hari Rabu tahuku masih UMS.

Baru Kamis pagi aku tahu bahwa acaraku di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
bukan Universitas Muhammadiyah Sorong,  ini berarti di Sorong ada dua Perguruan Tinggi Muhammadiyah PTM

Sungguh luar biasa…
Mengapa luar biasa?

Untuk menjawab ini, kuajukan pertanyaan kepada siapa saja yg belum pernah ke Papua.
Apa yg ada di benakmu ketika mendengar Papua?

Anakku menjawab dg jujur
1. Orang berkulit hitam
2. Hutan belantara
3. Animisme dan paling banter Kristen

Yups …itu juga yg ada di pikiranku dan di situlah luar biasanya.

Mayoritas masyarakat Sorong bukan muslim apalagi Muhammadiyah, tetapi Papua Kristen.
Meskipun demikian, warga atau heroiknya pejuang dan mujahid Muhammadiyah berhasil mendirikan dua Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) !!!

Pimpinan Muhammadiyah di Sorong kaya?
Warga Muhammadiyah di Sorong kaya?
Secara material tidak,
tetapi warga Muhammadiyah di Sorong cerdas, pekerja keras, gigih dan ikhlas.

Buktinya, dua PTM dan belasan Amal Usaha Muhammadiyah seperti SD, SMP, SMA, SMK, panti Asuhan bertebaran di Sorong.

Bagaimana warga Muhammadiyah mendirikan Universitas Pendidikan Muhammadiyah, Unimuda Sorong?
Dananya dapat dari mana?
Jawabnya, Muhammadiyah membangun dg kecerdasan, kerja keras dan ikhlas.

Begini,
Menurut Rektor Unimuda,
gedung di bangun tanpa mengeluarkan biaya sendiri alias nol rupiah.
Masyarakat Papua lah yang membangun gedung tersebut setelah Rektor mengajukan rancangan…

70% mahasiswa Unimuda adalah anak Papua asli yang kristiani
mereka berasal dari tempat yang relatif jauh dari Unimuda,
hampir semua ke kampus dari rumah masing, tidak kos di sekitar kampus
untuk sampai di Unimuda mereka naek angkot melewati belasan Universitas

Para mahasiswa Papua ini hafal dan melantunkan Mars Sang Surya dengan sangat baik
maklum mereka adalah penyanyi gereja,
dirijen lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya saat pembukaan International Conference, Kamis 25/7, adalah mahasiswa asli Papua

Delapan penari yang menyambut kedatangan kami sebagai narasumber adalah mahasiswa Papua asli,
lima mahasiswa tiga mahasiswa,
tarian asli Papua
tampilan asli suku Papua kecuali mahasiswi , mengenakan kaos hitam
tidak telanjang
mahasiswa dengan wajah dan tubuh dicorat-coret

sepertinya putra putri Papua sangat menikmati kuliah di Unimuda
yg hobi dan minat olahraga tinju pun difasilitasi ring atau sasana tinju
Unimuda mungkin satu-satunya PTM yg mempunyai ring dan sasana tinju …

Jumat malam saat makan malam,
Rektor siap menyediakan lapangan dan fasilitas Hokky
olah raga yang agak keras dan cocok dengan masyarakat Papua
sehingga diharapkan makin banyak anak Papua menjadi mahasiswa Unimuda
dan makin banyak potensi anak Papua yang tergali dan tersalurkan …

Saat saya mampir Universitas Muhammadiyah Sorong
saya surprised
saya seperti di luar negeri , merasa asing
maklum mahasiswanya berbeda tidak seperti yg biasa kulihat
mereka adalah anak muda Papua asli,
yg kemudian menyadarkanku bahwa aku masih d Indonesia adalah omongan mereka
mereka berbahasa Indonesia 😊😊

Jum’at,
bertemu Ketua Ranting Muhammadiyah Warmon Kokoda,
Syamsuddin Namugor, putra Papua asli

Alhamdulillah,
ini sangat istimewa
masyarakat Papua asli menjadi muslim, Muhammadiyah, dan Ketua Ranting

dan menurut cerita teman sesama dosen muda,
selalu ada mahasiswa Unimuda asli Papua yg menjadi muslim

Melihat antusiasme masyarakat Sorong menerima Muhammadiyah
saya yakin bahwa Sorong bakal menjadi kota Muhammadiyah-nya Papua seperti halnya Yogja di Jawa dan Padang di Sumatera

Semoga empat pasang buku
Ayatt Semesta,
Nalar Ayatt Semesta,
Metoda Hikari

serta dua judul lain
bisa menambah wawasan dan spirit beramal warga Muhammadiyah dan warga Sorong umumnya …

Sumber: Facebook

Artikel Terkait:
Mengapa Muhammadiyah Sangat Diterima di Papua?
Tahukah Kamu 92 % Murid di SMK Muhammadiyah Serui Beragama Nasrani