fbpx
Home Kewirausahaan 5 Skill yang Harus Dimiliki Pengusaha Pemula untuk Menghindari Kegagalan

5 Skill yang Harus Dimiliki Pengusaha Pemula untuk Menghindari Kegagalan

skill pengusaha pemula

Skill Pengusaha Pemula – Seringkali pengusaha pemula membayangkan hal yang muluk-muluk. Mereka seringkali bercerita tentang kisah sukses, visi, pencapaian, serta mantra kesuksesan dari orang-orang sukses terkenal.

Mereka percaya bila melakukan apa yang disarankan oleh pengusaha sukses seperti Jeff Bezos, Jack Ma, dan Steve Jobs dapat mengantarkan mereka kepada kesuksesan.

Namun begitu melangkah ke dunia entrepreneurship, baru mereka mulai menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh orang sukses tak semudah yang dibayangkan. Membangun tim yang hebat, membuat produk yang bermanfaat tak semudah teori.

Sebenarnya ada banyak komponen kecil lain yang berperan dalam membangun kesuksesan.

Sebenarnya ada banyak komponen kecil yang berperan dalam membangun kesuksesan tim dan perusahaan. Sebagai seorang founder, saya menyadari bahwa soft skill yang saya gunakan sehari-hari adalah fondasi yang berpengaruh dalam membangun bisnis.

Siapa pun dapat berkata,”Saya harus menjadi pemimpin hebat.” Yang sebenarnya mesti diperhatikan adalah mengembangkan soft skill yang mengarah pada sifat autentik pemimpin—seperti menjadi sabar dan pendengar yang baik.

Ketika membangun perusahaan Digital Press, saya makin menyadari bahwa hal-hal kecil itu yang paling penting. Saya melihat begitu banyak pengusaha yang gagal bukan karena mereka tidak mempunyai visi besar, tapi sebaliknya, tergelincir dan jatuh karena hal-hal kecil.

Berikut lima soft skill pengusaha pemula wajib miliki, cepat atau lambat harus dikuasai.

Mengelola stres orang lain

Kamu mestinya tetap bisa menikmati rasa stres karena bekerja dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Kenyataannya, stres bukan selalu berarti hal buruk. Stres hanyalah stres. Berbagai hal bisa jadi berjalan dengan sangat baik, dan stres yang kamu rasakan berakar pada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan sekaligus.

Di lain waktu, stres bisa sangat mempengaruhi emosi. Orang-orang menjadi frustrasi. Muncul konflik, dan kamu perlu menemukan jalan keluar.

Sebagai seorang pengusaha, tugas kamu adalah menciptakan inti yang solid bagi perusahaan. Kamu tidak menyerap stres orang lain. Ketika kamu melakukannya, kamu bakal terjerat pada lingkaran keputusasaan.

Sebagai gantinya, kamu perlu memisahkan apa yang orang lain rasakan dan apa yang kamu rasakan. Jika kamu sendiri merasa stres, kamu harus menyelesaikannya terlebih dahulu sehingga kamu dapat membantu orang lain mengatasinya.

Kebanyakan pengusaha tidak pernah belajar cara melakukan ini. Sebaliknya, mereka membangun kemarahan yang sangat besar terhadap orang-orang di sekitarnya, dan tidak pernah menyadari bahwa mereka belum menguasai kemampuan mengelola emosi sendiri.

Soft skill yang dimaksud di sini adalah kecerdasan emosi.

Kamu tidak sedang berjualan— kamu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bekerja denganmu

Ini adalah hal yang pelajari dari mentor saya.

Banyak pengusaha membangun produk dan layanan yang mereka asumsikan akan dibeli oleh orang-orang. Sementara itu, mereka tidak pernah menginvestasikan waktu untuk memahami bagaimana mengomunikasikan nilai perusahaan, terutama membagikan visi tentang perusahaan.

Terlepas dari apakah kamu menyebutnya sebagai bentuk komunikasi, berbicara di depan umum, atau penjualan langsung, apa yang saya sadari adalah bahwa founder terbaik tidak menjual apa pun kepada kamu.

Mereka memberi kamu kesempatan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang hebat.

Momen ketika kamu mencoba menjual sesuatu kepada orang lain, kamu sebenarnya sedang berada di posisi yang tidak menguntungkan. Tidak seorang pun mau merasa seperti “membeli” produk atau layanan.

Mereka ingin merasa seperti melompat ke dalam tim sukses. Cara kamu melakukannya adalah dengan mengomunikasikan apa yang kamu lakukan dengan cara yang memicu emosi positif.

Soft skill yang saya maksud di sini adalah kemampuan berbicara.

Tidak takut tantangan

Ketika kami pertama kali meluncurkan Digital Press, kami mempunyai beberapa klien yang mengatakan,”Ini terdengar bagus, tapi kami ingin kamu memberikan kami diskon selama tiga bulan pertama.”

Saat ini, terutama ketika kamu pertama kali memulai (kami bahkan belum punya tiga klien), akan sangat mudah untuk merasa takut kemudian berkata, “OK, tentu. Kami akan melakukannya,” hanya karena kamu ingin menjalankan bisnis tersebut.

Saya tidak percaya itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

Para founder dengan produk yang baik memahami nilai yang mereka miliki—dan mereka juga tahu berapa nilai bagi produk atau layanan mereka.

Setiap kali seseorang datang dan meminta pengurangan harga, kami tetap pada pendirian dan berkata, “Kami benar-benar menghargai pekerjaan yang kami lakukan, dan ingin memberikan produk terbaik untuk klien kami. Untuk bisa melakukan itu, kami tidak bisa mengubah biaya.”

Tebak apa yang terjadi?

Setiap klien yang mencoba menawar akhirnya kembali dan menyetujui biaya awal. Orang-orang (terutama klien) menantang kamu karena mereka menginginkan jaminan. Kamu perlu belajar bagaimana menemukan kepastian itu dalam dirimu, sehingga kamu bisa menerapkannya untuk meyakinkan orang lain.

Kamu tidak sedang melakukan “networking“— kamu sedang membangun hubungan pertemanan.

Setiap orang yang sedang melakukan networking dan memulainya dengan “Halo: nama saya adalah“, telah melakukannya dengan salah.

Networking bukan mengenai saling berbagi email atau datang ke sebanyak mungkin event.

Networking adalah tentang cara membangun pertemanan dengan orang-orang dari industri yang sedang kamu geluti (atau industri terkait) yang juga sedang mengerjakan hal-hal hebat— dan menemukan cara memberikan mereka sebanyak mungkin nilai.

Soft skill di sini adalah bagaimana kamu menampilkan diri sendiri. Ketika kamu membangun networking untuk keperluan networking semata, kamu hanya akan berakhir dengan tumpukan kartu nama.

Bangun hubungan pertemanan, bukan sekadar mengumpulkan kontak.

Berdayakan, jangan memberi perintah

Dan akhirnya, soft skill terbesar adalah kemampuan memberdayakan orang-orang di sekitar kamu untuk mengembangkan potensi mereka sendiri.

Saya punya beberapa mentor luar biasa. Masing-masing dari mereka punya bakat dalam menunjukkan kemampuan saya, dan secara bersamaan membuat saya merasa cukup percaya diri untuk bergerak ke arah tersebut.

Kebanyakan “pemimpin” tidak mengembangkan potensi anggota timnya. Mereka hanya memberikan perintah.

Mereka mengatakan kepada orang-orang apa yang harus dilakukan, tanpa benar-benar meluangkan waktu untuk memahami apa yang membuat tiap orang unik.

Tapi ketika kamu meluangkan waktu untuk memahami apa yang membuat seseorang “berdetak”, apa yang membuat mereka terinspirasi dan tergerak, kamu dapat memelihara kualitas tersebut dengan cara mendorong mereka mengeluarkan potensi terbaik. Hal ini akan membuat mereka memiliki tujuan dalam bekerja, meningkatkan kemampuan, dan yang terpenting, membangun loyalitas.

Mengapa? Karena mereka berpikir kamu peduli dengan kepentingan pribadi masing-masing.

Pada akhirnya, itulah yang kita semua inginkan. Kami ingin mentor, bukan guru cerewet. Kami menginginkan orang yang peduli pada harapan, impian, dan aspirasi pribadi kami.

Yang artinya, sebagai pemimpin, semuanya terserah pada kamu untuk memupuk kemampuan itu dalam dirimu dahulu, sehingga kamu dapat memelihara kualitas yang sama di orang lain.

Semoga artikel yang membahas tentang soft skill pengusaha pemula yang harus dimiliki ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Baca Juga: Cara Jadi Pengusaha Muslim Sukses Sesuai Tuntunan Rasulullah